Peraturan Perundang-undangan Pertambangan Tidak Membatasi Pengambilan Sampel Untuk Di Uji Coba


Ambon, suaranusaina.com
Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku, Martha nanlohy mengatakan terkait dengan kegiatan eksplorasi pertambangan itu, dia tidak terbatas kepada emas atau tembaga atau yang lainnya. Prosedurnya itu sebenarnya sama semua.
Demikianlah antara lain keterangan Kadis Kepada Wartawan di ruang kerjanya kantor Dinas ESDM Provinsi Maluku Kebun Cengkeh Ambon, Selasa, 20/08
Dikatakannya, Nah dalam prosedur eksplorasi itu kegiatan utamanya itu adalah pengambilan sampel, macam-macam dari pemboran, dari langsung kita lihat di permukaan kita ambil. Kan kadang tergantung kegiatan penyelidikan umum kita paling datang kita lihat oh ternyata disini ada indikasi emas, itu dari batuan penunjuknya, batuan penunjukan kan ada ,secara geologi dapat kita buktikan oh ternyata ada indikasi emas, kita lanjut ke eksplorasi, ooo disitu ada yang tadi katong lihat itu,katong mendetil dia dengan pemboran.
Menurutnya , dari kegiatan pemboran ini,kita ketahui bahwa ternyata disini ada emas tetapi tidak prospek atau dia tidak bisa untuk dikembangkan. Dari prosedur dalam proses eksplorasi ini, banyak sekali tahapan-tahapannya. Jadi kita kan pertama eksplorasi secara umum, kemudian eksplorasi detil.
Nanlohy menjelaskan bahwa Nah untuk kegiatan, contohnya GBU di Romang ini, dia sudah masuk  tahapan eksplorasi detil, karena kegiatan eksplorasi itu dikasi ijin oleh pemerintah selama 8 tahun sebagai pemegang ijin eksplorasi. Dari 8 tahun itu, tiap saat dia mengambil sampel, dari awal tadi yang beta bilang itu , penyelidikan umum secara visual kita lihat ooo ternyata disini ada emas,indikasinya ambil bawa. Bagus, ooo ternyata disini dengan jarak, jadi pemboran itu kan ada jaraknya, jadi misalnya pertama kita ambil acak lima-lima ratus meter , tiap lima ratus meter ada titik bor, tiap lima ratus meter ada titik bor,terus kita tahun 1,tahun ke- 2, tahunke-3, tahun ke- 4, dia  sudah lebih rapat lagi.
Dikatakannya, seperti sekarang ini Romang itu jaraknya sudah 25 meter, jadi dia sudah lebih mengkerucut. Jadi dia mengkerucut untuk mencari urat-urat emas itu yang kayak ditambang rakyat itu, yang orang bilang ret-ret itu tu to, a...itu yang dicari, sumbernya dari mana ,kita cari primernya, sumber utamanya itu, nah dia jalurnya kan ada, dikerucut itu titik-titik bor,nah  baru kita ketahui bahwa oh ternyata disini, baru kita bikinlah prospek,perusahan tersebut membuat prospek pernyataan, ooo ternyata dari prospek dari titik a, b, c, d, e, sampai dengan titik sekian misalnya, itu sudah eksplorasi detil kemudian dikembangkan lagi, kalau memang dia prospek kemudian dihitung lagi secara ekonomis layak tidak untuk  di tambang. teknis juga begitu,dengan teknologi yang ada begitu juga dengan  lingkungan. Ketiga aspek ini kalau sudah ok, maka dibuatlah visiebilitie study,visibility study itu manfaatnya untuk lebih mendetail lagi untuk menghitung untung rugi ekonomisnya itu.
Menurutnya, kalau memang dari visiebilitie study ini dia ok 100 persen, dia akan majukan produksi untuk tambang, ajukan permohonan untuk meningkatkan status dari ijin usaha pertambangan eksplorasi ke ijin usaha pertambangan operasi produksi.Nah itu operasi produksi itu 20 tahun lamanya diberikan ijinnya, tetapi bisa diperpanjang dua kali ,masing-masing 10 tahun. Jadi, prosesnya tambang ini untuk menjadi emas itu memerlukan waktu yang cukup panjang, dan sepanjang katong melaksanakan eksplorasi itu, tetap katong akan mengambil sampel. Karena sampel itu adalah penunjuk tambang ini bisa jadi kaseng.
Kata Nanlohy, Kalau peraturan perundang-undangan pertambangan itu tidak membatasi untuk mengambil berapa banyak sampel itu silahkan, yang penting perusahan itu dia punya banyak uang untuk bayar untuk ambil, bor. Kan uang yang dikeluarkan untuk melakukan pengeboran itu tiap bulannya jutaan US dolar yang dia keluarkan untuk sampel itu.
Satu sampel saja kita priksa dimana, di intertek contohnya itu, satu sampel 1 tona atau 1,2 ton itu kita periksa itu sudah bisa ratusan juta. Dan itu kan dalam sampel itu tidak hanya kita maw periksa emas tetapi ada macam-macam, jadi emas itu keluarganya apa? Jadi emas itu keluarganya ada nikel, tembaga, perak, mangan, besi, yg telah berasosiasi menjadi satu mineral logam emas itu. Jadi kalau kita mau mencari emas, kita juga akan mendapat hasil-hasil eksplorasi yang kemarin beta bilang ada hasil analisanya toh.
Nah itu yang menjadi penunjuk, o ternyata di titik a dan e misalnya ternyata ada kesamaan berarti kita secara tehnik kita gambar,o tern yata jalurnya mungkin miring-miring sedikit baru dia belok lagi, dia turun lagi dikedalaman sekian.
“Jadi gunanya sampel itu kenapa harus dibawah banyak, karena tiap meter diambil sampel. Jadi kita bor , ini kita bor turun 1 meter kita ambil lagi contohnya, turun lagi 1 meter kita ambil lagi contohnya, jadi tidak semudah yang kita bayangkan gitu seperti kita mau ambil sampel. Jadi yang menjadi masalah sekarang, orang berpikir bahwa o itu batu-batu yang didalam itu sudah ada emasnya dan pasti sudah ada emas,” ujar Nanlohy.
Nanlohy mengatakan, inilah yang salah, yang mesti kita luruskan bahwa kita tidak merusak lingkungan disana kalau eksplorasi, kan kita Cuma perlu itu lubang bor itu kan 25x25 meter dan diameternya itu Cuma 10 atau 20 cm saja lubang bornya itu , jadi kita tidak merusak lingkungan, tidak menebang pohon dan lainlain sebagainya  itu,tidak ada kegiatan itu, memang mungkin kalau kita lihat dilapangan oo ternyata orang sudah bor disini, padahal seng ada tanda-tandanya kalau sudah bor,tapi eee kalau di lapangan ,kita akan karena ada tanda di titik bor itu bahwa o disini pernah ada titik bor,  ada tanda yang kita tahu ooo itu kita tahu yang disitu  ada tulisan, kode-kode gitu kan?.
“Jadi memang untuk kegiatan eksplorasi ini memang banyak sekali dia  tahapan-tahapannya yang memang untuk mencapai hasilnya itu kita harus mengambil sampel. Nah dengan demikian Karena aturannya mengaharuskan begitu,” Ungkap Nanlohy sambil menambahkan, itu ada kita punya contohnya ya, kaya dulu kita punya tambang-tambang yang dia bisa uji coba, misalnya  batu tua dulu dia bisa uji coba tembaganya. Itu dia diijinkan 100.000 ton batuan diijinkan untuk bisa diolah untuk diuji coba produksi, dia hanya pakai 120.000 ton saja batuan itu dia sudah dapat hasil yang bagus karena dari daerah ituyang tadi beta bilang, dari titik bor,seyelah titik bornya  dipersempit, jadi misalnya 25x25 meter kita sudah dapat hasil yang bagus makanya daerah itu langsung diblok. Oh ternyata daerah ini saja , yang lainnya dipulangkan kenegara, itu saja didaerah itu yang diambil. Jadi misalnya ijinnya itu ada 2000 hektar,setelah dibor bor dia hanya dapat 50 hektar,itu saja 50 hektar yang dia ambil, dia tidak mengambil yang lagi, karena dia punya kewajiban membayar iuran, semakin banyak luasnya di punya  ijin usaha itu, berarti semakin banyak dia membayar iuran.
Katanya, Kalau dia sudah produksi iurannya juga kan besar., kalau eksplorasi dia bayar 2 dolar per hektar per tahun,itu dia harus bayar iuran,  kalau dia sudah produksi itu 4 dolar, jadi bayangkan saja kalau dia punya luas wilayahnya besar, berarti dia bayar besar juga. Tetapi makanya ada aturan pertambangan itu, dia eksplorasi sampe dia kerucut misalnya dalam kotak atau dia blok itu dia Cuma 50 atau 100 hektar itu aja yg diambil, karena itu yang prospek karena itu yang posti sudah dihitung kira-kira umur tambangnya  mungkin 5 tahun jadi hitung-hitung untung kaseng kalau dengan biaya ekplorasinya itu dia untung kaseng, kalau untung silahkan saja tambang.
Nanlohy mewnjelaskan bahwa, itu yang dimaksud dengan kegiatan eksplorasi, jadi eksplorasi itu dia punya waktu yang cukup lama 8 tahun ,kegiatan eksplorasi itu Cuma ambil sampel saja. Eksplorasi itu seng ada bikin apa-apa di situ, karena kita belum ada pembuatan lahan, belum ada yang lain-lain kan, Karena kalo dieksplorasi itu kan hanya bor,dia tidak membutuhkan luas wilayah yang besar, kan karena baru titik-titik saja itu, jalan-jalan saja itu, istilah orang tambang itu masih santai-santai,jalan-jalan , buang-buang uang .
Dikatakannya, eksplotasi itu sangat buang-buang uang. Paling banyak itu pengusaha tambang yang lokal itu dia tidak bisa berbuat sesuatu kalau dia tidak ada investor yang bisa membantu dia untuk meningkatkan dia punya kegiatan eksplorasi, Karena eksplorasi kegiatan buang-buang uang. Makanya pertambangan itu dibilang Maining is the gambling”tambang itu judi” orang tahu main judi to, hari ini mungkin dia main judi kalah-kalah, ternyata sama dengan tambang itu,tambang itu begitu, jadi uangnya dibuang-buang dihambur-hamburkan kesana kemari Cuma karena mau cari batu-batu ini apa dia ada indfikasi kaseng.
Nah, mungkin kita juga pada pemahaman untuk kesitu, dari masyarakat kita kan rata-rata masih kurang ,jadi mungkin melalui media ini, beta harap bisa memberikan suatu angin segarlah bisa menjelaskan kepada mereka bagaimana prosedurnya itu. Pokoknya kemarin orang di buru ada bilang ke saya, ibu itu emas saja itu kita pegang tanah itu emas sudah menempel di tangan kita.
Terus saya menjawab kepada mereka”pa kalau emas itu dia tidak bisa nempel-nempel di tangan, pasti yang nempel di bapa punya tangan itu mika ,karena mika itu dia lembaran kecil-kecil , tipis ,sangat tipis sekali warnanya kuning mengkilat seperti emas ,itu mika ,itu gampang sekali kalaukita mau cari tahu disitu ada emas atau tidak, kita ambil saja itu tanah-tanah yang mengkilat itu kita hancurkan dia lalu katong isi di botol aqua,goyang-goyang dia taruh saja disitu sampai ayam tumbuh gigipun dia tidak mengendap, dia tinggal melayang-layang keliling dunia, tapi kalu dia emas dia akan mengendap.jadi itu gampang yang artinya secara awam katong bisa melihat  secara kasat mata gitu, tapi kalo emas seng bisa. Kadang itu dia punya berat jenis juga  lebih tinggi kan, daripada mika itu jadi. Mika itu kan sangat tipis itu kalo katong ke Maluku Utara  di obi itu ini  mika itu banyak sekali waktu mauw masuk ke suatu tempat itu , (lupa nama tempatnya), matahari saja bisa menipu mata biking katong sampe katong kira kata ada harta karun. Padahal katong  masuk kesana oh padahal itu mika. Jadi mika itu pengantar emas jadi orang pikir oh itu emas.(SNI-01)

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. Suara Nusa Ina - All Rights Reserved
Design by Gusti Putu Adnyana Powered by idblogsite.com